News Update16 Mei 2021 14:09:36: ILMU DAN AMAL (Prof. Dr. Sutrisna Wibawa, M.Pd.)

ILMU DAN AMAL (Prof. Dr. Sutrisna Wibawa, M.Pd.)

Bookmark and Share
16 Mei 2021 - 14:09:36 » Diposting oleh : rahmatmulyono » Hits : 253
ILMU DAN AMAL (Prof. Dr. Sutrisna Wibawa, M.Pd.)

Humas. 16/05/2021. Peradaban Islam begitu berkhidmat kepada ilmu. Ayat perdana yang diturunkan Allah SWT dalam kitab suci Qur’an berupa kata iqra (bacalah). Bagian pertama surah Al-Alaq (1-5) tersebut jelas memerintahkan kita untuk membaca yang dapat dimaknai sebagai upaya menuntut ilmu. Tanpa membaca, ilmu tidak mungkin terbuka. Membaca di sini juga bukan sekadar tekstual (qauliyah), melainkan juga tanda-tanda kebesaran Allah SWT di alam semesta (kauniyah).

 

Islam memahami komprehensi membaca sebagai pintu memasuki ilmu. Karena itu, tidak mengherankan terdapat hadis yang menyebutkan, “Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim” (Ibnu Majah). Selain itu, terdapat pula hadis nabi yang mengatakan, “Barangsiapa menginginkan soal-soal yang berhubungan dengan dunia, wajiblah ia memiliki ilmunya; dan barangsiapa yang ingin (selamat dan berbahagia) di akhirat, wajiblah ia memiliki ilmunya pula; dan barangsiapa yang menginginkan kedua-duanya, wajiblah ia memiliki ilmu kedua-keduanya pula (HR. Bukhari dan Muslim). Kedua hadis tersebut memberikan dasar kewajiban menuntut ilmu, baik demi kepentingan dunia maupun akhirat.

 

Jodohnya ilmu adalah amal. Seseorang yang berpengetahuan atau berilmu sudah selayaknya menggunakannya untuk kemaslahatan masyarakat. Rasulullah SAW menyampaikan pentingnya aktualisasi amal dalam rentang hidup manusia selagi sehat. “Sesungguhnya amal saleh yang akan menyusul seorang mukmin setelah dia meninggal dunia kelak ialah ilmu yang dia ajarkan dan sebarkan, anak saleh yang dia tinggalkan, mushaf Al-Qur’an yang dia wariskan, masjid yang dia bangun, rumah tempat singgah para musafir yang dia dirikan, air sungai (atau irigasi) yang dia alirkan, dan sedekah yang dia keluarkan di kala sehat dan masih hidup. Semua ini akan menyusul dirinya ketika dia meninggal kelak” (HR. Ibnu Majah dan Baihaqqi).

 

Prasyarat mengamalkan sesuatu adalah kepemilikan seseorang atas ilmu. Filsafat ilmu membedakan ilmu pengetahuan menjadi dua hal. Pertama, pengetahuan yang berarti knowledge. Kedua, ilmu yang bermakna science. Lebih lanjut, pengetahuan merupakan segenap apa yang diketahui manusia sesuai pengalaman dan pemahamannya. Sedangkan ilmu adalah tingkat pengetahuan yang lebih tinggi dari knowledge. Ilmu selalu mempunyai ciri sistematis dan teruji melalui observasi data empiris. Secara filosofis ilmu terbentuk karena manusia berusaha berpikir lebih jauh mengenai pengetahuan yang dikuasainya. Senada dengan amanat Kakanwil Kementerian Agama dalam Hikmah Ramadan hari pertama (Selasa, 13 April 2021), bulan ramadan seharusnya menjadi momentum untuk memperbanyak belajar ilmu agama. Salah satunya melalui Madrasah Ilmu. Sebagai pelengkap, selain ilmu agama, pada bulan suci ini umat Islam hendaknya saling berlomba mencari ilmu yang bersifat umum, sehingga dapat diamalkan secara kontekstual dalam kehidupan sosial.

 

Ilmu mengajarkan kita agar selalu berpikiran logis. Karena itu, ilmu merupakan pengetahuan khusus tentang apa, mengapa, dan bagaimana dalam memahami penyebab suatu hal. Terdapat empat prasyarat sesuatu dapat dikatakan sebagai ilmu. Pertama, ilmu harus memiliki objek kajian yang terdiri atas satu golongan masalah yang sama sifat hakikatnya, baik tampak dari luar maupun bentuknya dari dalam (objektif). Kedua, berbagai upaya yang dilakukan untuk meminimalisasi kemungkinan terjadinya penyimpangan dalam mencari kebenaran (metodis). Ketiga, ilmu harus terurai dan terumuskan dalam hubungan yang runtut dan logis, sehingga membentuk suatu sistem yang utuh, menyeluruh, padu, dan mampu menjelaskan rangkaian sebab-akibat (sistematis). Keempat, kebenaran dalam ilmu yang hendak dicapai bersifat umum (universal).

 

Dengan demikian, amal akan mempunyai nilai tinggi manakala dilandasi ilmu. Begitu juga ilmu akan bernilai ketika dibarengi amal sebanyak-banyaknya. Berilmu sekaligus mengamalkan merupakan salah satu esensi Islam sebagai perwujudan Hablum Minallah, Hablum Minannas, dan Hablum Minal Alamin.

(Penulis adalah Rektor UNY Periode Tahun 2016-2020, kini Dosen Pascasarjana Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa). Artikel dimuat pada Kedaulatan Rakyat, 8 Mei 2021, kolom Hikmah Ramadan.

Salam Humas

Ki RM

Info Terkait

Tinggalkan Komentar

  • Nama
  • Website
  • Komentar
  • Kode Verifikasi
  • 193 + 3 = ?
Banner
SMS Center
PMB
Online Support
Statistik Member
Member:225 Orang
Member Aktif:225 Orang
Member Baru Hari Ini:0 Orang
Statistik Pengunjung
Pengunjung Online:1
Total Pengunjung:244769
Total Hits:875921
Copyright © 2014 Pascasarjana Pendidikan Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta. All Rights Reserved
Developed by Beesolution.Net